4 Mei 2011

Sony Ericsson

Sony Ericsson - Produk - Ponsel

 

W8 Walkman phone 

Telepon cerdas Android yang mudah dan menghibur
General 2G Network GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
3G Network HSDPA 900 / 2100
  HSDPA 850 / 1900 / 2100
Announced 2011, April
Status Coming soon. Exp. release 2011, Q2
Size Dimensions 99 x 54 x 15 mm
Weight 104 g
Display Type TFT capacitive touchscreen, 16M colors
Size 320 x 480 pixels, 3.0 inches
 - Scratch-resistant surface
- Accelerometer sensor for UI auto-rotate
- Proximity sensor for auto turn-off
- Timescape UI
Sound Alert types Vibration, MP3 ringtones
Loudspeaker Yes
3.5mm jack Yes
Memory Phonebook Practically unlimited entries and fields, Photocall
Call records Practically unlimited
Internal 128 MB storage, 168 MB RAM
Card slot microSD, up to 16GB
Data GPRS Up to 85.6 kbps
EDGE Up to 236.8 kbps
3G HSDPA, 7.2 Mbps; HSUPA, 2 Mbps
WLAN Wi-Fi 802.11 b/g
Bluetooth Yes, v2.1 with A2DP
Infrared port No
USB Yes, v2.0 microUSB
Camera Primary 3.15 MP, 2048x1536 pixels
Features Geo-tagging
Video Yes, VGA@30fps
Secondary No
Features OS Android OS, v2.1 (Eclair)
CPU 600 MHz ARM 11 processor, Adreno 200 GPU, Qualcomm MSM7227 chipset
Messaging SMS (threaded view), MMS, Email, Push email, IM
Browser HTML
Radio Stereo FM radio with RDS
Games Yes
Colors Azure, Orange, Red
GPS Yes, with A-GPS support
Java Yes, via Java MIDP emulator
 - SNS integration
- Digital compass
- Walkman player
- MP4/H.263/H.264/WMV player
- MP3/eAAC+/WMA/WAV player
- TrackID music recognition
- Google Search, Maps, Gmail,
YouTube, Calendar, Google Talk
- Voice memo
- Predictive text input
Battery   Standard battery, Li-Po 1200 mAh
Stand-by Up to 446 h (2G) / Up to 476 h (3G)
Talk time Up to 4 h 45 min
Music play Up to 23 h 40 min


3 Mei 2011

dasyatnya letusan Gunung Krakatau


Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.
Selat Sunda.
etusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.

Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh di masa populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.

Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.

untuk selanjutnya klik di dR.djank